Sejarah Penelitian Air Alkali Kaya Hidrogen

PENTINGNYA AIR BAGI KESEHATAN MANUSIA

Metode Bioelectrical Impedance Analysis yang ditemukan pada pertengahan 1980-an, mengungkap bahwa 60-70% komposisi tubuh manusia terdiri dari air. Pada bayi yang baru lahir, komposisinya bisa mencapai lebih dari 80%. Bahkan sekitar 90% sel tubuh manusia terdiri dari air.

Maha benar firman-Nya dalam Qur’an surat Al-Furqon 25: 54, “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (memiliki) keturunan dan hubungan keluarga dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.”

Sejak penemuan ini, para pakar kedokteran semakin menyadari pentingnya konsumsi cairan yang adekuat setiap harinya untuk kesehatan tubuh manusia.


Salah satunya adalah Dr. Fereydoon Batmanghelidj, penulis buku “Your Body’s Many Cries for Water ” yang telah diterjemahkan ke-15 bahasa dan terjual lebih dari satu juta kopi. “Saya telah meneliti mengenai dehidrasi selama 20 tahun terakhir. Dehidrasi, disengaja atau tidak, menyebabkan stress, nyeri kronis, dan banyak penyakit degeneratif.”

Pesannya pada dunia, “Anda tidak sakit, Anda hanya kehausan. Jangan obati rasa haus dengan obat-obatan.”

Hal senada diiyakan oleh Dr. Dave Carpenter, seorang praktisi kesehatan di Amerika Serikat. Di kliniknya di Idaho, Dr. Carpenter meresepkan lebih dari ratusan liter air alkali setiap harinya untuk pasien-pasiennya yang datang dengan berbagai penyakit.

Di halaman 9 dari bukunya “Change Your Water Change Your Life” dikemukakan tentang berbagai keluhan yang bisa timbul bila seseorang tidak minum cairan dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Keluhan mulai mudah lelah, kolesterol dan tekanan darah tinggi, gangguan kulit, gangguan saluran nafas, konstipasi dan berbagai gangguan saluran cerna lainnya, keluhan rematik dan gangguan sendi, gangguan liver dan ginjal, penuaan dini dan berbagai keluhan lain dapat timbul hanya karena konsumsi cairan yang tidak adekuat.

BANYAK MINUM AIR BIASA, APAKAH CUKUP?

Walaupun kurang minum air dapat menimbulkan berbagai penyakit, para ilmuwan juga mengamati bahwa orang-orang yang minum cairan dalam jumlah yang cukup setiap harinya, ternyata tetap menderita berbagai penyakit berat seiring bertambahnya usia.

Melihat kenyataan yang seperti bertolak belakang dengan fakta ilmiah tentang pentingnya cairan bagi kesehatan itu, para ahli menyadari bahwa air yang biasa kita minum tidaklah cukup. Mereka berupaya mencari air yang lebih baik, air yang sifatnya khusus, yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi upaya umat manusia untuk menjadi lebih sehat.

SEJARAH AIR ALKALI TERIONISASI

Air alkali (alkaline water) pertama kali diteliti secara ilmiah sekitar tahun 1931 di Jepang, setelah para ilmuwannya mengamati dan mempelajari manfaat kesehatan yang dimiliki oleh air-air alami yang ada di berbagai belahan dunia.

Selama ribuan tahun jutaan orang minum berbagai air tersebut, dan ribuan penyakit lewat jutaan testimoni terbukti mengalami perbaikan yang bermakna. Masyarakat dunia menganggapnya sebagai air suci atau bahkan air ajaib, mulai dari Air Zam-Zam di Mekah, air Hita Tenryosui di Jepang, air Nordenau di Jerman, air Lourdes di Perancis, air Hunza di Himalaya, air Tiacote di Meksiko, dan banyak tempat lainnya.

Ternyata, di manapun air-air alami itu keluar dari mata airnya, mereka memiliki karakteristik yang sama, yaitu pH-nya (kadar keasaman) lebih tinggi dari air yang biasa kita minum yaitu berkisar antara 8 s/d 10. Perlu diketahui bahwa air yang biasa kita minum, memiliki pH yang netral, yaitu 7, dari skala 0 (paling asam) dan 14 (paling basa).

Penulis best-seller internasional, pengarang buku “AIDS dan Ebola”, Dr. Leonard Horowitz menulis di salah satu bukunya, “Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa banyak populasi yang sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit (berat), seperti kanker, mengkonsumsi air dari mata air khusus. Setelah semua faktor risiko dievaluasi dan disingkirkan, terbukti bahwa hal ini disebabkan karena semua penduduknya minum cairan dari mata air khusus tadi, yang ternyata memiliki pH antara 9 sampai 10.”

Studi ilmiah tentang pH dari air Zam-Zam diungkap pada banyak penelitian yang bisa dengan mudah diakses di PubMed, referensi utama para dokter di seluruh dunia. Misalnya penelitian yang berjudul: “Water quality of bottled water in the kingdom of Saudi Arabia: A comparative study with Riyadh municipal and Zamzam water.” (Alfadul SM et al, Environ Sci Health A Tox Hazard Subst Environ Eng. 2011) dan “Zamzam water: concentration of trace elements and other characteristics.” (Shomar B et al, Journal Chemospher, 2012). Di penelitian terakhir misalnya, dikatakan: “The water is alkaline (average pH is 8) with an average Li concentration of 15 μg L.”

Karena itulah air-air alami salah satunya disebut juga sebagai AIR ALKALI, dan digolongkan ke dalam FUNCTIONAL WATER (karena memiliki berbagai fungsi dan manfaat tambahan di bidang kesehatan).

BAGAIMANA AIR ALKALI BERMANFAAT BAGI KESEHATAN?

Dr. Ben Johnson, yang dikenal dengan DVD best-seller nya, “The Secret” menjelaskan tentang manfaat air alkali bagi kesehatan manusia:

“Air alkali mungkin merupakan penemuan paling bermakna dalam kehidupan kita. Air ini merubah semua sistem (tubuh) secara fisiologis dan menyebabkan sistem enzim tubuh bekerja dengan lebih baik. Kadarnya yang lebih basa menyebabkan lebih banyak oksigen yang mencapai jaringan. Karena tubuh kita hampir 70%-nya air, mengubah tingkat alkalinitas dari cairan tubuh merupakan suatu pencapaian yang luar biasa.

Begitu pH cairan tubuh berubah, hal ini mempengaruhi pH darah. Dengan pH darah menjadi lebih basa, oksigen dapat ditransportasikan dengan lebih baik oleh sel-sel darah ke jaringan tubuh. Siapa yang sebaiknya minum air alkali yang kaya antioksidan? Jawabannya adalah semua orang, mulai dari anak-anak hingga para lansia.”

AIR ALKALI KAYA ANTIOKSIDAN

Selain karena pH-nya yang lebih tinggi, banyak manfaat kesehatan dari air alkali dihubungkan dengan kadar antioksidannya yang melimpah.

Antioksidan sangat penting peranannya dalam menetralisir berbagai radikal bebas yang setiap harinya masuk ke dalam tubuh kita dan keluarga tercinta. Karena itulah, air Zam-Zam dan air-air alami lainnya disebut juga sebagai NATURAL REDUCED WATER, karena ketika keluar dari mata airnya telah tereduksi secara alami sehingga kaya akan antioksidan.

Sebuah penelitian berjudul “Antioxidant effects of Zamzam water in normal rats and those under induced-oxidative stress” di Journal of Medicinal Plant Research tahun 2012
mengungkapkan efek antioksidan dari air Zam-Zam pada binatang percobaan. Efeknya juga terbukti bermanfaat pada manusia, seperti diteliti pada Journal of Diabetes & Metabolism tahun 2013 berjudul “Zamzam Water Ameliorates Oxidative Stress and Reduces Hemoglobin A1c in Type 2 Diabetic Patients.”

Tentang hal ini, pakar teknologi terkemuka, Ray Kurzwell, penerima penghargaan teknologi tertinggi National Medal of Technology dari para presiden AS mengatakan:

“Ada lebih banyak manfaat dari air alkali dari hanya sekedar membasakan cairan tubuh. Hal terpenting yang dimiliki air alkali adalah Potensial Oksidasi Reduksi (ORP) yang tinggi, yang memiliki kemampuan menetralisir radikal bebas. Mengkonsumsi air yang tepat sangat vital dalam proses detoksifikasi produk asam tubuh dan merupakan salah satu terapi kesehatan yang paling efektif. Minum 8-10 gelas air alkali per hari merupakan cara paling sederhana namun sangat bermakna untuk memerangi berbagai proses penyakit.”

HIDROGEN DALAM AIR ALKALI

Dalam proses pembuatan air alkali yang kaya antioksidan ini, ternyata diproduksi juga molekul hidrogen dalam jumlah yang melimpah. Karena itulah, nama lain dari air alkali adalah Hydrogen Rich Water (Air Kaya Hidrogen). Setelah tahun 2007, mayoritas peneliti tentang air alkali akhirnya mengetahui fakta penting bahwa yang paling bermanfaat untuk kesehatan dari air alkali terionisasi adalah komponen molekul hidrogennya.

Ajaibnya, setelah fakta ini ditemukan, para peneliti kembali meneliti ulang adakah kandungan molekul hidrogen dalam air-air ajaib yang ada di muka bumi tadi. Ini yang mereka temukan:

Profesor Sanetaka Shirahata (Guru Besar Teknologi Regulasi Sel di Jepang)
“Beberapa air alami, seperti Hita Tenryosui, Nordenau, dan Tiacote diketahui menghilangkan banyak penyakit. Kami berhasil mendeteksi adanya hidrogen aktif yang terdapat pada air tereduksi ini (natural reduced water), yang dapat menetralisir radikal bebas pada kultur sel percobaan.”

Dr Kim Young Kwi (Peneliti Air Alkali di Korsel selama 35 tahun)
“Air di Lourdes memiliki kandungan hidrogen aktif yang sangat tinggi dibandingkan dengan air biasa, sehingga air ini dapat memperbaiki kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.”

Dan tentang manfaat hidrogen dalam air alkali ini, disimpulkan dengan sangat komprehensif oleh Profesor Lee, Presiden dari Korean Water Society:

“About 17 years ago (1990’s) I began studying alkaline ionized water and published scientific articles on its antioxidant, anticancer, and anti-diabetic effects, but did not really understand why the water worked. It was difficult to believe. Upon further investigation, I have now confirmed that the benefits from the alkaline ionized water are attributed to the hydrogen gas produced during electrolysis. The more I research and learn about hydrogen, the more dedicated and passionate I become in educating and helping others.”

(Sekitar 17 tahun yang lalu (1990) saya mulai mempelajari air alkali terionisasi dan mempublikasikan artikel ilmiah tentang efek antioksidan, antikanker, dan antidiabetesnya, tapi tidak begitu memahami bagaimana air ini bekerja. Hal ini sulit untuk dipercaya. Setelah meneliti lebih dalam, saya sekarang memastikan bahwa manfaat dari air alkali terionisasi disebabkan oleh gas hidrogen yang diproduksi selama proses elektrolisisnya. Semakin saya meneliti dan belajar tentang hidrogen ini, semakin berdedikasi dan bersemangat saya dalam mengedukasi dan menolong orang banyak.”

Dan karena dedikasi dan semangat yang ditularkan oleh Profesor Lee inilah saya membuat artikel ini.

INTERMEZZO

Bila kita renungkan lebih mendalam, apakah sebenarnya tujuan Allah SWT menciptakan berbagai air ajaib di seluruh dunia itu memiliki sifat yang sedikit lebih alkali, banyak mengandung antioksidan, dan kaya akan molekul hidrogen? Apakah semua ini hanya kebetulan belaka?

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali-Imran 3: 190-191)

SEJARAH PENGGUNAAN AIR ALKALI UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT

Dalam journal Trends in Food and Science Technology, salah satu jurnal paling berpengaruh di bidangnya (peringkat kedua dari 118 jurnal di bidang Teknologi Makanan) dikatakan,

“In Japan, research on functional water, especially on reduced water, is developing at a rapid pace. Reduced water such as electrochemically reduced water and natural reduced water can scavenge reactive oxygen species in cultured cells. It has been suggested that the active agents in reduced water are hydrogen (atoms and molecules), mineral nanoparticles, and mineral nanoparticle hydrides.”

(“Di Jepang, riset mengenai air fungsional, terutama Reduced Water, berkembang dengan pesat. Reduced Water, baik yang diperoleh secara elektrokimia maupun alami dapat menangkap senyawa oksigen reaktif (radikal bebas) pada kultur sel percobaan. Diperkirakan agen aktif dalam reduced water ini adalah hidrogen (atom dan molekul), nanopartikel mineral, dan hibrid nanopartikel mineral”).

“Functional water is activated water exhibiting specific functions. There are many activation methods, such as electrolysis. Among functional waters, electrolyzed water has been mostly investigated. Electrochemically reduced water (ERW) is produced near a cathode and electrochemically oxidized water (EOW) is produced near an anode.”

(“Air fungsional adalah air yang diaktivasi dan memiliki fungsi khusus. Ada beberapa metode aktivitasi, seperti elektrolisis. Dari berbagai air fungsional, air terelektrolisis merupakan air yang paling banyak diteliti. Electrochemically reduced water (ERW) diproduksi dekat katoda, dan electrochemically oxidized water (EOW) diproduksi dekat anoda”).

“Potable ERW (pH 8–10) is popular as a health-beneficial water in Japan. ERW is also termed alkaline electrolyzed water, alkali-ionic water, alkaline cathodic water, and alkaline ionized water, based on its physicochemical and physiological aspects. ERW exhibits an alkaline pH, is hydrogen molecule-rich, and has a negative oxidation–reduction potential (ORP) and reactive oxygen species (ROS)-scavenging activity.”

(“ERW yang dapat diminum (pH 8-10) merupakan air kesehatan yang populer di Jepang. ERW disebut juga sebagai electrolyzed water, alkali-ionic water, alkaline cathodic water, dan alkaline ionized water, berdasarkan fitur fisika, kimia, serta fisiologinya. ERW memiliki pH alkali, kaya akan molekul hidrogen, dan memiliki potensi oksidasi reduksi yang negatif serta aktivitas menetralisir spesies oksigen reaktif (radikal bebas)”).

Tahun 1966 menjadi tahun penting dalam perkembangan air alkali, setelah mesin elektrolisis yang didesain oleh para ilmuwan mendapat persetujuan dari Departemen Kesehatan Jepang untuk digunakan di rumah-rumah seluruh masyarakatnya.

“In 1960, it was applied to medical care as a health-beneficial water, and in 1966, the Ministry of Health, Labour and Welfare of Japan admitted that ERW was effective for chronic diarrhea, indigestion, abnormal gastrointestinal fermentation, antacid, and hyperacidity, and it authorized an ERW-producing device for home-use.”

(“Di tahun 1960, air ini digunakan di dunia medis sebagai cairan kesehatan, dan di tahun 1966, Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepan mengakui efektivitasnya untuk diare kronis, gangguan pencernaan, fermentasi saluran cerna yang abnormal, sebagai antasida, dan untuk kelebihan asam. Depkes Jepang mengizinkan penggunaan mesin yang dapat memproduksi ERW untuk digunakan di rumah-rumah”).

Mesin ini mampu mengubah air yang biasa kita minum, menjadi memiliki sifat-sifat seperti air zam-zam: pH-nya lebih tinggi dan kaya ion hidrogen yang salah satu fungsinya adalah sebagai antioksidan.

Karena itulah air yang diproduksi mesin elektrolisis ini dinamakan juga ELECTROLYZED REDUCED WATER (ERW) atau HYDROGEN RICH WATER (HRW).

Beberapa tahun setelahnya, Departemen Kesehatan Korea Selatan juga mengizinkan penggunaan mesin tersebut oleh seluruh penduduknya.

Tentang hal ini, Dr. David S. Dyer, penulis buku “The Cell Food” mengatakan, “Air alkali yang direstrukturisasi mungkin merupakan elemen dan suplemen terbaik yang bisa Anda berikan bagi tubuh Anda. Orang-orang Jepang telah mengkonsumsi dan meneliti cairan ini lebih dari 40 tahun, dan membuktikan bahwa air alkali dapat memulihkan hampir semua penyakit dan kelainan yang bisa Anda bayangkan. Selama 6 tahun saya menggunakannya (untuk pasien-pasien saya), saya juga menemukan hal yang sama.”

KEAMANAN JANGKA PANJANG PENGGUNAAN MESIN ELEKTROLISIS & AIR ALKALI YANG DIHASILKANNYA

http://www.sciencedirect.com/…/article/pii/S0924224411002408

Di link di atas, yaitu di Jurnal Trends in Food & Science Technology tahun 2012, dikatakan bahwa selama puluhan tahun digunakan oleh ratusan ribu keluarga sejak diizinkan oleh Depkes Jepang tahun 1966, kalangan medis dan Pemerintah Jepang tidak menemukan adanya efek samping yang berbahaya bagi kesehatan (salah satunya karena tidak menggunakan bahan kimia sama sekali dalam prosesnya).

Karena terbukti aman dan bermanfaat dalam jangka panjang, di tahun 1994, hampir 30 tahun setelah air alkali dikonsumsi setiap hari oleh jutaan masyarakatnya, Depkes Jepang mendorong terbentuknya Functional Water Foundation, dilanjutkan dengan Japanese Society of Functional Water di tahun 2001, yang melakukan berbagai penelitian mengenai manfaat air alkali untuk kesehatan manusia.

“In 1960, it was applied to medical care as a health-beneficial water, and in 1966, the Ministry of Health, Labour and Welfare of Japan admitted that ERW was effective for chronic diarrhea, indigestion, abnormal gastrointestinal fermentation, antacid, and hyperacidity, and it authorized an ERW-producing device for home-use. In 1994, to mainly promote electrolyzed water use in society, the Functional Water Foundation was established with the support of the Ministry of Health, Labour and Welfare of Japan. The Japanese Society for Functional Water was established in 2001, and active studies on various functional waters including ERW have been performed to date.”

(“Di tahun 1960, air ini digunakan di dunia medis sebagai cairan kesehatan, dan di tahun 1966, Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepan mengakui efektivitasnya untuk diare kronis, gangguan pencernaan, fermentasi saluran cerna yang abnormal, sebagai antasida, dan untuk kelebihan asam. Depkes Jepang mengizinkan penggunaan mesin yang dapat memproduksi ERW untuk digunakan di rumah-rumah. Di tahun 1994, terutama untuk mendorong penggunaan air terionisasi di masyarakat, The Functional Water Foundation didirikan dengan dukungan dari Departemen Kesehatan. The Japanese Society for Functional Water berdiri tahun 2001, dan penelitian yang intensif mengenai berbagai air fungsional termasuk ERW terus dilakukan hingga saat ini.”)

Sumber terlengkap mengenai sejarah penggunaan air alkali di Jepang, termasuk seluruh penelitian para peneliti di Jepang mengenai keamanan dan manfaat air alkali bagi kesehatan, dan indikasi resmi air alkali yang diakui oleh Depkes Jepang, bisa dilihat di link berikut ini, dari situs resmi Association of Alkaline Ionized Water Apparatus Jepang:
http://www.3aaa.gr.jp/english/alkali/kk.html)

Tentang keamanan mesinnya:
“Investigation of safety through physical property testing. Collaborative research by Graduate School of Medicine, Faculty of Medicine, Kyoto University and School of Engineering, Shiga Prefectural University: The electrodes, barrier membranes, and electrolysis promoters used were combined in various ways, and analysis of the byproducts, etc. in the generated alkaline ionized water such as the dissolved metals, trihalomethane, etc. was performed. As a result of this analysis, no major problems in actual use were observed.”

(“Penelitian mengenai keamanan melalui tes properti fisik. Riset kerjasama Fakultas Kedokteran Universitas Kyoto dan Fakultas Teknik Universitas Shiga Prefectural: Penelitian pada elektroda, membran, dan promotor elektrolisis serta produk yang dihasilkan telah dilakukan. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa tidak ditemukan masalah prinsip dalam penggunaannya.”)

Tentang keamanan produknya:
“Safety of alkaline ionized water. Since alkaline ionized water received approval as a medical device, they have been used for more than 30 years in the market. Although there have been no reported instances of problems with safety until now, it is necessary to continue performing sufficient investigations regarding its safety, and physical property tests and toxicity tests were performed prior to performing clinical testing.”

(“Keamanan air alkali terionisasi. Sejak air alkali terionisasi mendapat persetujuan sebagai metode kesehatan, air ini telah digunakan di pasaran selama lebih dari 30 tahun.

Meskipun tidak ditemukan laporan dalam hal masalah keamanannya, penelitian yang berkelanjutan mengenai keamanan, tes properti fisik, dan tes toksisitas sebelum melakukan uji klinis harus terus dilakukan.”)

Semoga artikelnya bermanfaat yah. Salam sehat dari kami, semoga Anda sekeluarga sehat selalu.

Bila Anda ingin membantu menyehatkan masyarakat Indonesia melalui air kaya hidrogen, mari bergabung bersama Komunitas Air Kaya Hidrogen for Indonesia (KAHFI) di tipsehat.org/ruangdokter

Sumber : dr. Andi Pratama Dharma, Sp.PD
(Penulis adalah Koordinator Pusat Komunitas Air Hidrogen For Indonesia (KAHFI) dan Koordinator Gerakan Nasional “Hydrogen for All”, suatu komunitas jejaring edukasi sekaligus kampanye nasional yang bertujuan menghadirkan hidrogen berkualitas dengan harga terjangkau untuk seluruh rakyat Indonesia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *