Hai, perkenalkan saya Kurniawan Gozali

Pada suatu hari, saat melakukan aktivitas rutin saya di sebuah fasilitas kesehatan di kota Karawang , kebetulan saya bertemu seorang pasien, yang ternyata anak dari seorang teman yang sudah lama tidak bertemu.

Dan ditengah pembicaraan kami, si pasien sempat menceritakan tentang kondisi kesehatan ayahnya (teman saya itu) yang tengah menderita Diabetes.

Ayahnya saat ini kesulitan berjalan, bahkan bangunpun memerlukan bantuan orang lain.

Saya bukan dokter…

Tapi satu hal yang saya tau adalah diabetes itu tidak hanya memberikan rasa sakit pada penderitanya tapi juga pada keluarga terdekat mereka.

Bagaimana bisa?

Cerita sang pasien tentang ayahnya…

Ayahnya berusia 57 tahun dan menderita diabetes basah yang sekarang sudah komplikasi ke ginjal, paru-paru, gangguan penglihatan dan gejala stroke.

Karena alasan bekerja di luar daerah, ia tidak bisa merawat sang ayah secara langsung.

Pikirannya selalu tertuju pada sang ayah.

Seluruh keluarga setiap hari khawatir dengan perkembangan kesehatan ayah yang setiap harinya harus disuntik insulin, mengontrol pola makan dan harus selalu berhati-hati agar sang ayah jangan sampai terluka.

Pernah sekitar setahun yang lalu kaki ayahnya nyaris diamputasi, gara-gara terluka kena kail pancing.

Bagi beberapa orang itu mungkin hal kecil, tapi tidak bagi penderita diabetes basah, itu sesuatu yang sangat serius.

Belum lagi beban psikologis yang memicu memperburuk kesehatan karena pikiran bertanggungjawab 80% pada kesehatan.

Kecemasan tidak ada obatnya.

Dan itu menular pada seluruh keluarga.

Poin-nya?

Diabetes itu mimpi buruk yang harus dihindari karena bila tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa berujung pada kematian…

 

By the way, banyak orang bilang dunia pengobatan saat ini sudah semakin maju dan nyatanya memang begitu. Buktinya? Rumah Sakit semakin banyak, Alat-alatnya semakin canggih, Buku Daftar Obat semakin tebal, BPJS semakin ramai (bahkan saking ramainya pihak RS sampai keteteran menerima pasien BPJS tersebut, hingga bagian selasar RS pun dipaksakan untuk menampung pasien).

Sayangnya kondisi itu menggambarkan para pasien yang seolah ‘dipaksa’ untuk sembuh dengan obat. Dan hal ini diperkuat oleh salah satu laporan GWI (Global Wellness Institute) yang menyatakan bahwa pertumbuhan industri wellness (kesehatan) secara global yang meningkat hingga valuasi US$ 4,2 triliun pada tahun 2017.

Salah satu industri wellness yang memberi kontribusi cukup besar adalah Traditional & Complementary Medicine. Total valuasinya dari segmen ini secara global mencapai US$ 360 juta.

Intinya, banyak orang di dunia yang mengonsumsi obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, untuk meningkatkan sistem imun dan metabolisme tubuh guna menjamin kesehatan (apalagi sekarang ini tren penyakit semakin beragam dan kompleks, baik dari sisi jenisnya maupun cara penularannya).

Saya ulang ya “… mengonsumsi obat-obatan untuk MENYEMBUHKAN …”, BUKAN untuk membuat masyarakat agar TETAP SEHAT & TIDAK SAKIT!

Menyadari hal itu, seyogyanya masyarakat harus beralih ke gaya hidup sehat… entah itu dengan berolahraga, menjaga pola makan, hingga rutin melakukan cek kesehatan karena mengobati penyakit itu bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga finansial. Bahkan tak jarang, biaya mengobati suatu penyakit malahan jauh lebih mahal ketimbang ongkos untuk mencegahnya.

Mengingat biaya pengobatan yang cenderung mahal, maka kampanye untuk Pencegahan perlu dimasifkan karena itulah langkah yang paling tepat dalam mengusahakan agar masyarakat tetap sehat dan tidak sakit… Dan untuk tujuan itulah blog Tip Sehat ini dibuat.

Tip Sehat akan berusaha menyediakan informasi kesehatan yang up to date, menarik, mudah dicerna dan bisa diakses oleh semua kalangan agar bisa hidup lebih sehat dan bahagia.

Saya berharap semua konten yang tersaji bisa bermanfaat tidak hanya bagi Anda, tetapi juga untuk seluruh relasi dan keluarga tercinta, sehingga Anda semua bisa tetap sehat, lebih sehat dan makin sehat hingga usia lanjut nanti.

Salam sehat…

Kurniawan Gozali
~ Wellness Enthusiast ~

Email : kurniawan@tipsehat.org
WA : 0812-9559-314